Pilih Cerai, Aldila Jelita Ternyata Sempat Curhat Trauma Gara-Gara Indra Bekti


Suara Denpasar Aldila Jelita resmi melayangkan gugatan cerai kepada suaminya, Indra Bekti, Senin (27/2/2023).

Menurut kuasa hukumnya, Aldila Jelita sudah tak bisa mempertahankan rumah tangganya dengan Indra Bekti karena perbedaan sudut pandang.

Keputusan Aldila Jelita menggugat cerai Indra Bekti sukses mengejutkan publik. Di tengah situasi ini, pernyataannya soal trauma karena kemarahan Indra Bekti kembali diungkit.

“Sampai anak-anak trauma. Pokoknya dalam seminggu itu aku merasa ada emosi dia lebih tinggi. Suatu saat dia nanya soal ponsel marah sama anak-anak. Aku nanya kenapa kamu jadi harus marah ke anak-anak,” kata Aldila Jelita seperti dikutip dari kanal YouTube Melaney Ricardo, Senin (27/2/2023).

Baca Juga:Kemiskinan EkstremMasih Terjadi di Jateng, Legislatif Ingatkan Soal Faktor Pendidikan

Dia melanjutkan, “Terus aku ke kamar anak-anak. Aku tutup pintunya karena ada yang nangis biar tenang dulu anaknya, terus dia mukul (pintu) dan dia marah-marah. Gak pernah-pernah dia mukul pintu. Aku bilang (ke Indra), ‘Yang sabar’.”

Aldila Jelita bahkan sempat berkonsultasi pada dokter karena mengalami kekalutan mental. “Aku tanya ke dokter, aku gak mau trauma terus (karena Indra marah-marah),” ujarnya.

“Terus dibilang (oleh dokter), ‘Mas Bekti kalau malem itu dia merasa lebih sendiri karena mata dia itu kan belum lihat, lebih gelap jadi merasa lebih kesepian’,” imbuhnya.

Lebih lanjut, dia berkata, “Dokter bilang, ‘Untuk Mas Bekti tolong harus calm down, gimana caranya bisa gak emosi sama sekeliling’. Karena kita gak tahu ayah mau apa.”

Indra Bekti yang mendengar curhatan sang istri mengaku tak dapat mengingat kejadian itu dengan jelas. Kendati demikian, dia merasa sangat bersalah karena telah menyakiti hati istri dan anak-anaknya.

Baca Juga:Ketemu Ortu David, LPSK Bahas soal Pendampingan di Kasus Penganiayaan Mario Dandy

“Ada memori sedikit, sekelibatan (soal memarahi anak), tapi gak ingat sama sekali yang detil gitu,” kata Indra. “Ya sedih juga kalau gua seemosi itu, ke anak-anak pula.”

(*/Dinda)


Loading…



Source link

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *